Rabu, 28 September 2011

Pengembangan bibit singkong unggul sekala besar melalui Kultur jaringan Singkong



Bibit yang baik untuk ketela pohon (singkong) harus memenuhi persyaratan antara lain, singkong berasal dari tanaman induk yang cukup tua (10-12 bulan), singkong harus dengan pertumbuhannya yang normal dan sehat serta seragam, batangnya telah berkayu dan berdiameter + 2,5 cm lurus, dan belum tumbuh tunas-tunas baru.

Penggunaan teknologi kultur jaringan untuk pengadaan bibit singkong boleh dibilang belum ada, karena dianggap ’kurang komersil’ dan untuk pengadaan bibit tanaman singkong sangat mudah sekali yaitu melalui stek batang, sebagai stek dipilih batang yang bagian bawah sampai tengah. Namun apabila dibutuhkan bibit dalam jumlah yang sangat besar (sekala komersil) dan kontinyu penggunaan teknologi kultur jaringan akan sangat bermanfaat.


Koperasi Modern Jaya Lampung sedang melaksanakan program Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) yaitu proyek ’Pengembangan Klastering Industri Agro Singkong Terpadu’ memiliki lahan seluas 120 hektar yang sudah ditanami Singkong Manggu Super (MS-1) yang memiliki produktifitas 7 kg s/d 20 kg per pohon (100 s/d 200 ton per hektar). Dan untuk pengembangan selanjutnya berencana akan menanam singkong di Waykanan dengan luas lahan 3000 hektar atau 10 kluster, (1 klaster 300Ha).

Untuk itulah dibutuhkan pengadaan bibit yang harus tersedia dalam waktu cepat, dengan kualitas yang sangat baik, dalam jumlah banyak dan seragam, menggunakan teknologi kultur jaringan dibantu oleh ’Esha Flora Plants and Tissue Culture’ Bogor. Selain Mengembangkan bibit Mangu Super, Esha Flora juga melakukan penelitian dan pengembangan jenis singkong baru khusus untuk Bioethanol.


Bibit singkong yang dianjurkan oleh Masyarakat Singkong Indonesia untuk ditanam adalah Darul Hidayah dan Manggu yang produktivitasnya diatas 100 ton/hektar. Varietas MS I mempunyai kadar HCN yang rendah sehingga aman untuk dikonsumsi sehingga manfaat umbinya multi guna, dapat dikonsumsi langsung, untuk produk makanan langsung, dijadikan bahan baku industri misalnya tepung Modified Cassava Flour (MOCAF) sebagai substitusi tepung terigu dan Tepung Tapioca (Tapioca Starch). (rhp)

4 komentar:

  1. pak rino, dmn pilot projec nya,,
    kami ingin melihat,,
    kami di lmpung

    BalasHapus
  2. untuk para mitra yang berminat mengembangkan singkong unggul, kami (aos farm group) menyediakan bibit singkong sambung unggul oas. Potensi produksi 40 kg s/d 50 kg per tanaman. Populasi per ha 4.000 pohon. Bibit dapat dikirim ke seluruh Indonesia. untuk mengenal lebih jauh dan untuk mengetahui cara budidaya singkong sambung aos, silahkan berkunjung : www.aosfarm.blogspot.com atau sms ke 08126073836.

    BalasHapus
    Balasan
    1. pak, sya ingin lebih tahu, tempat Bapk dimana ya alamatnya? saya di Bandar Lampung

      Hapus
    2. Pak yuda sedang fokus terhadap singkong? bisa kita berdiskusi? anda bisa menghubungi saya ke email ini chairul.hakim@tedco.co.id

      Hapus